Layanan HARUM "Hadir" di Tengah Pandemik Covid-19

Meluasnya pandemi virus corona di Indonesia membuat sekolah menghentikan pembelajaran tatap muka dan menggantinya sebagai pembelajaran daring/online. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19 semakin luas. Tak terkecuali dengan pembelajaran yang dilakukan Harum untuk anak asuhnya.

Sudah lebih dari sebulan keluarga Harum memaksa diri untuk beradaptasi dengan situasi yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Social dan physical distancing harus dilakukan sebagai akibat pandemik covid 19.

Lalu, bagaimana Harum bisa tetap memberikan layanan berkualitas dan terstandar untuk anak-anak asuh dan keluarga asuh HARUM?

Pastinya berat untuk tim Harum ya. Namun, anak-anak dan komunitas pastinya juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Oleh karenanya Pak Ruli (founder harum) dan tim tetap mengupayakan sekuat tenaga agar bisa membersamai anak-anak dan komunitas dengan memanfatkan teknologi informasi (TI).

"Kantor tetap terbuka setiap hari untuk mereka, tentu dengan protokol yang ketat bagi siapapun yang bertamu." Ujar Pak Ruli.

Melalui teknologi informasi, Harum bisa tetap menampung keluh kesah dan curhat mereka selama 24 jam. Selain itu Pak Ruli, Bu Abyz, dan tim juga tetap berinisiatif menyapa mereka dengan ceria dan penuh semangat. Sembari menularkan energi positif dan optimisme bahwa situasi ini cepat atau lambat akan segera berlalu. Oleh karenanya penting sekali melalui kebersamaan, yakin deh jika disiplin kita semua bisa melaluinya dengan selamat lahir dan batin.

Tahun ini tidak ada pesantren Ramadhan, tidak ada takjil dan ngabuburit, tadarus seperti Ramadhan sebelumnya. Namun, melalui akal dan hati sedapat mungkin keterbatasan ini harus disiasati. Tim Harum juga tengah memikirkan dan menyiapkan untuk bisa menghadirkan bingkisan lebaran terbaik untuk anak-anak dan keluarga asuh BUKAN untuk memanjakan atau berhura-hura seolah lupa untuk hidup prihatin.

Tapi, sebentuk apresiasi bahwa mereka hebat dan luar biasa dalam kondisi yang sulit masih tetap menjaga kerbersaaman, keceriaan, melindungi dan mengasuh anak-anak dengan sebaik-baiknya.

Anak-anak juga tak kalah hebatnya, mereka dengan caranya sendiri berusaha memahami kondisi orang tuanya. Bisa tetap ceria belajar dan bermain hingga menenteramkan dan menyejukkan mata hati orang tuanya, "Anak-anak ini juga wajib diapresiasi." kata Pak Ruli.

FaLang translation system by Faboba